Meski versi buatan lokal tetapi banyak masyarakat yang menyukainya, bahkan hal ini membuat pedagang yang sekaligus perajin bantal unik dan lucu sempat kewalahan menghadapi permintaan, maklumlah jumlah porduksi terbatas.
Para pedagang itu adalah Rosita, Bobby dan Kusnan. Ketiganya pedagang sekaligus perajin bantal emo yang sering mangkal di Alun - Alun Simpang Tujuh Kudus saat waktu ngabuburit.
Menurut mereka bantal yang menggambarkan karakter perasaan ini sudah ada sejak satu tahun yang lalu, tetapi kini booming lagi. "Maka dengan adanya peluang kami memproduksi lagi, dan hasilnya lumayan. Konsumen banyak yang menyukainya," kata Rosita.
Meski ada ratusan karakter bantal emo, namun ia hanya sanggup membuat beberapa saja. seperti senang, sedih, serta big hug. Ini dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu. "Terus terang waktu produksi kami terbatas karena mengejar masa Puasa dan menjelang Lebaran," ujarnya.
Mengenai bahan baku, pihaknya mengaku memilih yang terbaik agar menghasilkan kualitas warna, bentuk dan corak yang berkualitas. "Meski dijual di pinggir jalan, soal kualitas bisa disandingkan dengan yang dijual di swalayan maupun mall," terangnya.
Ditanya soal harga ia menjelaskan, selama Ramadhan pihaknya mengaku membuka harga promosi, yaitu mulai Rp 40 ribu per buah sampai dengan Rp 45 ribu per buah. "Ini sekedar menarik minat beli masyarakat," imbuhnya.
Hal senada dikatakan Kusnan, selain memberikan harga terjangkau juga memberikan tawaran menarik. Jika membeli lebih dari dua akan mendapatkan harga spesial. "Anggaplah harga tersebut adalah biaya promosi," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar